Kementerian ESDM Jalin Kerjasama Transisi Energi dengan IEA

Kementerian ESDM dan IEA Tandatangani Kerja Sama Program Transisi Energi
Kementerian ESDM Jalin Kerjasama Transisi Energi dengan IEA
Kementerian ESDM jalin kerjasama dengan IEA/ ESDM

Paris, Nusantaratv.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan International Energy Agency (IEA) menandatangani program kerja sama untuk periode 2020-2021 dalam Bidang Program Transisi Energi

Adapun kerja sama ini mencakup beberapa hal, yakni Data Energi dan Statistik, Kebijakan Darurat Energi dan Keamanan Energi, Sektor Tenaga Listrik dan Energi Terbarukan, Bioenergi, Efisiensi Energi, Energi dan Teknologi Bersih termasuk Tinjauan Kebijakan dan Peningkatan Kapasitas.

Kerja sama tersebut diteken Kepala Badan Litbang, Dadan Kusdiana mewakili Menteri ESDM dan Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, saat menghadiri IEA Energy Ministerial Meeting di Paris, 5-6 Desember 2019 lalu. Pertemuan Menteri IEA 2019 tersebut dipimpin oleh Menteri Iklim Polandia, Michal Kurtyka selaku Presiden COP24 dan dihadiri para menteri negara anggota, aksesi dan asosiasi IEA serta CEO dari perusahaan terkemuka.

Baca Juga: ICP November Naik Hingga 63,26 Dolar per Barel

Pertemuan tingkat tinggi kali ini mengangkat tema 'Building the Future of Energy'. Agenda pertemuan membahas tentang investasi dan inovasi energi, keterlibatan konsumen dan digitalisasi serta perluasan dan penguatan ketahanan energi serta sistem energi inklusif yang inovatif dan berkelanjutan, kebijakan energi global.

Terkait sinergi terhadap data energi dan statistik, Kementerian ESDM dan IEA akan menguatkan kapasitas pada pengumpulan data dan pemrosesan data di bidang energi di Indonesia untuk memastikan Indonesia memiliki portofolio energi yang komprehensif dan akurat untuk analisis kebijakan dan pengembangan serta informasi jangka pendek untuk pasar dan pemantauan kebijakan.

Kebijakan darurat energi dan keamanan energi menjadi prioritas bersama kedua pihak untuk pengambilan langkah efektif dalam memenuhi pasokan darurat minyak, gas, produk perminyakan, pasokan listrik darurat, melalui pengembangan sistem tanggap darurat.

Di subsektor tenaga listrik dan energi baru terbarukan, Kementerian ESDM dan IEA akan berkolaborasi dalam mengidentifikasi praktik terbaik untuk peraturan dan desain pasar guna meningkatkan investasi energi terbarukan serta sumber daya di Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan mendukung rencana Indonesia dalam mencapai target 23 persen listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga air, surya dan sumber terbarukan lainnya pada tahun 2025.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0