Maksimalkan Energi Bersih, ESDM Konversi Pembangkit Listrik Fosil ke EBT

PLN Sudah Melakukan Inventarisasi Pembangkit Listrik Diesel yang Beroperasi Lebih Dari 15 tahun.
Maksimalkan Energi Bersih, ESDM Konversi Pembangkit Listrik Fosil ke EBT
Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Upperline)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah terus berupaya memberikan pasokan energi bersih untuk masyarakat. Selain menghasilkan pasokan baru berbasis energi baru terbarukan (EBT), Pemerintah juga berupaya akan mengkonversi pembangkit-pembangkit listrik berbasis fosil yang menghasilkan emisi tinggi dengan pembangkit berbasis EBT yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan inventarisir PLN, tercatat 22.246 unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), 23 unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), dan 46 Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU), yang direncanakan akan dikonversi.

"PLN sudah melakukan inventarisasi Pembangkit listrik diesel yang beroperasi lebih dari 15 tahun. Terdapat potensi lebih dari 22 ribu unit PLTD dengan total kapasitas sekitar 1,78 Gigawatt (GW) di 29 provinsi untuk diganti dengan pembangkit EBT," ujar Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, dilansir dari laman esdm.go.id, Jumat (31/1/2020).

Hal itu disampaikan Arifin Tasrif saat menjadi Keynote Speaker dalam acara Strategic Session Discussion bertema 'Mobilizing Energy Investment, pada Kamis (30/1/2020). Selain mengkonversi PLTD tersebut, Pemerintah juga menginventarisir PLTU dan PLTGU yang telah beroperasi di atas 20 tahun untuk ditinjau ulang kemungkinan dikonversi dengan pembangkit EBT.

Baca Juga: Strategi Menteri ESDM Dalam Memenuhi Kebutuhan Listrik Nasional 

Sebaran PLTU yang telah berusia lebih dari 20 tahun tercatat sebanyak 23 PLTU, yang tersebar di 7 Provinsi dengan total kapasitas terpasang sebesar 5.655 MW. Sedangkan untuk PLTGU, tercatat sebanyak 46 unit dengan total kapasitas terpasang sebesar 5.912,17 MW tersebar di 5 Provinsi.

Menurut Arifin, pemanfaatan energi baru terbarukan saat ini sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi dan sudah menjadi program prioritas Nasional.

"Energi terbarukan tak bisa ditawar, menjadi prioritas sebagaimana target 23 persen dalam bauran energi nasional tahun 2025 dan untuk mengakselerasi investasi EBT, kami sedang memfinalisasi Peraturan Presiden terkait Harga Listrik Energi Terbarukan," lanjutnya.

Potensi EBT Indonesia sangat besar yakni lebih dari 400 Giga Watt, namun pemanfaatannya masih 2,5 persen. Peluang investasi di sub sektor EBT ini sangat besar. Target tambahan kapasitas pembangkit listrik EBT hingga 2025 sebesar 17,4 Giga Watt dengan investasi sekitar 41,2 miliar dolar AS (Amerika Serikat).

Nilai investasi tersebut terdiri dari PLT Panas Bumi sebesar 17,45 miliar dolar AS, PLT Air atau Mikrohidro senilai 14,58 miliar dolar AS, PLT Surya dan PLT Bayu senilai 1,69 miliar dolar AS, PLT Sampah senilai 1,6 miliar dolar AS, PLT Bioenergi senilai 1,37 miliar dolar AS, dan PLT Hybird sebesar 0,26 miliar dolar AS.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0