Pemerintah Utamakan Stabilitas dan Keamanan Energi dalam IEA Standing Group

Pemerinthah Melalui Kementerian ESDM Mengungkapkan Pengutamaan Stabilitas dan Keamanan Energi dalam IEA Standing Group
Pemerintah Utamakan Stabilitas dan Keamanan Energi dalam IEA Standing Group
Ilustrasi penyediaan energi listrik/ Istimewa

Jakarta, Nusantaratv.com - Dukungan keringanan beban biaya listrik bagi pelanggan rumah tangga, industri kecil hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi langkah stimulus pemerintah dalam mengutamakan stabilitas Penyediaan Energi bagi masyarakat bawah.

Hal ini juga disampaikan langsung oleh Staf Ahli Menteri Bidang Perencanaan Strategis Kementerian ESDM Yudo Dwinanda Priaadi pada agenda International Energy Agency (IEA) Standing Group for Global Energy, merespon dampak Covid-19 di sektor energi.

Pemerintah Indonesia, lanjut Yudo, telah menggelontorkan dana sebesar Rp 6,9 triliun khusus untuk stimulus akses energi di bidang listrik. Rinciannya, Rp 3,5 triliun diperuntukkan bagi seluruh pelanggan rumah tangga 450 VA dan sebagian 900 VA selama tiga bulan, yaitu April, Mei dan Juni. Sisanya, Rp 3,4 triliun ditujukan kepada UMKM dan industri kecil. Bahkan, kebijakan ini diperpanjang hingga September mendatang.

Yudo menjelaskan, adanya stabilitas akses energi akan membuka peluang baru bagi pengembangan Energi Baru Terbarukan yang dinilai memiliki prospek jangka panjang. Terlebih, pembangkit EBT dianggap memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi dan sejalan dengan kebijkan IEA.

Baca Juga: PLN dan IPP Diminta Siapkan Langkah Strategis Amankan Pasokan Listrik

"Justru ini momentum memperkenalkan lebih banyak EBT sebagai alat utama untuk memastikan stabilitas dan keamanan energi jangka panjang. Kami apresiasi dukungan IEA dalam implementasi efisiensi energi di Indonesia," jelas Yudo beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, Pemerintah tak menampik bahwa masih ada beberapa tantangan yang harus segera diatasi. Saat ini, Pemerintah tengah menggodok Peraturan Presiden tentang Feed in Tariff untuk mendorong investasi energi terbarukan.

"Semoga peraturan baru ini dapat menciptakan lingkungan yang ramah untuk investasi dan menciptakan banyak peluang bagi investor," ungkap Yudo.

Untuk memuluskan langkah tersebut, Pemerintah Indonesia juga menggandeng IEA untuk mengintegrasikan kebijakan subsektor EBT.

"Publikasi tentang investasi energi yang disiapkan oleh IEA untuk Indonesia semoga dapat mendorong pengembangan EBT," kata Yudo.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0