Sistem Listrik Terbaik Dunia Bakal Terangi Ibu Kota Baru

Teknologi Ini Membuat PLN Bisa Mengetahui Jika Ada Pelanggan yang Melakukan Pencurian Listrik.
Sistem Listrik Terbaik Dunia Bakal Terangi Ibu Kota Baru
Presiden Jokowi mengunjungi lokasi Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Ibu Kota Negara akan berpindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim), tepatnya di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Guna memenuhi kebutuhan energi di Ibu Kota baru, Perusahaan Listrik Negara (PLN) sedang menyiapkan teknologi kelistrikan terbaik berkelas dunia.

"Kami siapkan smart grid, berbagai konsep fast charging kendaraan listrik, panel surya dan teknologi lain yang membuat Ibu Kota baru menjadi konsep smart city ramah lingkungan," ujar Darmawan Prasojo, Wakil Direktur Utama PLN, di Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Jakarta, akhir pekan ini.

Dia juga menjelaskan, Ibu Kota baru nanti akan dipenuhi beragam transportasi berbasis energi listrik, sehingga PLN menyiapkan banyak baterai dan pengisian daya di berbagai titik.

"Jadi nanti ada perintah dari Pak Presiden bahwa Ibu Kota baru semua kendaraan berbasis pada kendaraan listrik yang keren banget. Maka nanti kita akan gunakan smart meter, ada PV Solar, ada green energy, dan SPKLU," lanjutnya. 

Baca Juga: Ini Kata Menteri ESDM Soal Distribusi Tertutup Elpiji 3 Kg

Sedangkan untuk teknologi yang digunakan, ungkap Darmawan, yakni smart meter yang terbaik di dunia. Keuntungan yang didapat di antaranya konsumen bisa melihat pola konsumsi kWh-nya, mengetahui tingkat konsumsi per hari, hingga mendeteksi berapa lama pemadaman listrik.

Selain itu, dengan teknologi ini membuat PLN bisa mengetahui ada pelanggan yang melakukan pencurian listrik. Dan, teknologi ini baru masif diterapkan di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

"Perintah Pak Presiden adalah di Ibu Kota baru kita gunakan the leading technology dalam electricity. Tidak hanya handal tapi secara teknologi menjadi terbaik yang ada di dunia," tambah Darmawan.

Diakuinya, PLN juga telah berkolaborasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dalam pemanfaatan energi kelistrikan yang terbaik itu nantinya. 

Diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan kebutuhan tambahan listrik Ibu Kota baru di Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara sekitar 1.555 MW.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0