Budidaya Laut, Menteri KKP Panen Bawal Bintang di Kepulauan Seribu

PT Lucky Samudera Berhasil Menghasilkan Sebanyak 3 Ton untuk Komoditas Bawal Bintang pada Panen yang Dilakukan Sebanyak Empat Kali Dalam Seminggu
Budidaya Laut, Menteri KKP Panen Bawal Bintang di Kepulauan Seribu
Menteri KKP Edhy Prabowo saat memanen bawal bintang di Kepulauan Seribu/ Istimewa

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu, Selasa (19/5/2020). Kunker tersebut untuk memastikan kondisi pengembangan Budidaya Laut di Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Selain meninjau budidaya laut di Kepulauan Seribu, Menteri KKP juga melakukan panen beberapa komoditas unggulan yakni kakap putih, bawal bintang sirip pendek, dan udang vaname milik perusahaan PT Lucky Samudera, dan juga panen rumput laut milik masyarakat di sekitar Pulau Karya.

Sebagai informasi kegiatan panen di PT Lucky Samudera tersebut menghasilkan sebanyak 3 ton untuk komoditas bawal bintang, 1 ton untuk komoditas kakap putih dan 1 ton untuk komoditas udang vanamei. Kegiatan panen dilakukan dengan intensitas empat kali dalam satu minggu.

Dalam arahannya Menteri KKP menyampaikan sejumlah harapan agar potensi budidaya laut (marikultur) betul betul dapat dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, meski dalam suasana pandemi Covid-19, proses produksi tetap harus produktif yakni dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik.

Baca Juga: Nusantara Pagi: Gerakan Nasi Ikan, Upaya Tingkatkan Imunitas Tubuh Lawan Virus Corona

Ia juga menilai kegiatan panen komoditas unggulan marikultur ini, mengindikasikan mulai adanya proses recovery kondisi ekonomi terutama berkaitan dengan terbukanya market demand khususnya untuk komoditas ekspor.

"Saya rasa ini langkah yang menggembirakan, bahwa ditengah tempaan wabah Covid-19 aktivitas proses produksi tetap berjalan. Apalagi ini khan orientasinya ekspor. PT Lucky Samudera ini telah 40 tahun berinvestasi di Indonesia dan bisa bertahan sampai saat ini," ujar Menteri KKP.

"Tentu ini luar biasa. Tadi dikatakan perusahaan mengekspor produknya ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, China, Jepang, dan Thailand. Ini tentu indikasi market demand di negara negara tujuan ekspor mulai terbuka. Oleh karena nya, ini peluang bagi kita untuk mengisi pasar yang ada", tambah Menteri KKP.

Menteri KKP juga meyakini bahwa industri pangan, terutama ikan tidak akan lesu dan justru meningkat meski ditengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

"Industri makanan dan permintaan terhadap pangan tetap meningkat. FAO mengatakan bahwa sektor industri secara keseluruhan memang turun 25%, tapi industri makanan justru naik 25%. Ini karena orang lebih suka masak dan sering makan selama work from home ini. Oleh karenanya ini sebenarnya potensi besar hanya pola hidup saja yang berubah, jadi tidak usah khawatir bahwa yang diproduksi tidak akan laku," kata Menteri KKP.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0