Industri Berorientasi Ekspor Jadi Priotitas Guna Tekan Defisit Neraca Dagang

Industri Berorientasi Ekspor Diprioritaskan Menjadi Upaya Pemerintah Dalam Menekan Angka Defisit Neraca Dagang
Industri Berorientasi Ekspor Jadi Priotitas Guna Tekan Defisit Neraca Dagang
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita/ Kemenperin

Jakarta, Nusantartav.com - Pemerintah sedang memprioritaskan pengembangan sektor industri yang berorientasi ekspor. Upaya ini dinilai akan membenahi masalah struktural ekonomi saat ini, yaitu defisit Neraca Perdagangan dan defisit transaksi berjalan.

"Kita ketahui, kontribusi sektor industri manufaktur hingga saat ini masih mendominasi terhadap capaian nilai ekspor nasional. Jadi, ini merupakan salah satu poin bagi pemerintah untuk memberikan perhatian khusus pada pengembangan sektor industri manufaktur," ujat Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Januari-Desember 2019, ekspor produk industri pengolahan mampu menembus hingga 126,57 miliar dolar AS atau menyumbang sebesar 75,5% terhadap total ekspor Indonesia yang menyentuh di angka 167,53 miliar dolar AS sepanjang tahun lalu.

Baca Juga: Menperin Yakin Industri Pengolahan Jadi Andalan Ekspor Nasional

"Kita sudah punya peta jalan Making Indonesia 4.0, yang menjadi strategi kesiapan kita memasuki era industri 4.0. Melalui roadmap ini, kita juga akan meningkatkan 10% dari kontribusi ekspor netto terhadap PDB," jelas Menperin.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian sudah memetakan 15 sektor yang akan mendapat prioritas pengembangan untuk digenjot kinerja ekspornya. Ke-15 sektor potensial tersebut, yakni industri pengolahan minyak kelapa sawit dan turunannya, industri makanan, industri kertas dan barang dari kertas, industri crumb rubber, ban, dan sarung tangan karet, industri kayu dan barang dari kayu, serta industri tekstil dan produk tekstil.

Selanjutnya, industri alas kaki, industri kosmetik, sabun, dan bahan pembersih, industri kendaraan bermotor roda empat, industri kabel listrik, industri pipa dan sambungan pipa dari besi, industri alat mesin pertanian, industri elektronika konsumsi, industri perhiasan, serta industri kerajinan.

"Adapun beberapa tantangan yang perlu segera dibenahi agar industri kita bisa lebih berdaya saing, antara lain adalah menjaga ketersediaan bahan baku dan komponen. Kemudian, dilakukan pendalaman struktur industri, pengoptimalan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), dan terus mendorong pembangunan kawasan industri termasuk sentra IKM," kata Menperin.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0