Kemenperin Usulkan Stimulus Industri Otomotif Guna Menekan Dampak Covid-19

Kemenperin Terus Berupaya Mengambil Kebijakan Strategis Dalam Meminimalkan Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Industri Otomotif
Kemenperin Usulkan Stimulus Industri Otomotif Guna Menekan Dampak Covid-19
Ilustrasi industri otomotif/ Carmudi

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mengambil kebijakan strategis dalam meminimalkan dampak pandemi Covid-19 terhadap industri otomotif di tanah air. Salah satunya dengan melakukan koordinasi bersama para pemangku kepentingan terkait.

Adapun upaya ini dilakukan untuk menjaga kinerja Industri Otomotif agar senantiasa memberikan kontribusi signfikan bagi perekonomian nasional.

"Walaupun ada pabrikan otomotif yang terganggu produksinya akibat Covid-19, kami memastikan ketersediaan produk dan suku cadang kendaraan bermotor, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor," ujar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Baca Juga: Lawan Wabah Covid-19, Industri Otomotif Produksi Ventilator

Menurut Putu, pihaknya telah mengusulkan pemberian stimulus fiskal, nonfiskal, dan moneter untuk pelaku industri otomotif di dalam negeri supaya lebih bergairah menjalankan usahanya.

Secara rinci stimulus fiskal tersebut berupa insentif/relaksasi PPh Pasal 21, 22, 25 selama enam bulan, insentif/restitusi PPN dipercepat selama enam bulan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 23/2020, dan juga memberikan pengurangan bea masuk impor.

Bahkan, Menteri Perindustrian telah mengirim surat kepada kepada Menteri Keuangan mengenai usulan Pos Tarif terkait stimulus jilid II untuk pembebasan bea masuk impor dalam rangka penanganan dampak Covid-19.

"Stimulus nonfiskal diberikan dalam skema penyederhanaan atau pengurangan lartas eskpor dan impor untuk bahan baku, percepatan proses ekspor-impor untuk reputable trader, serta penyederhanaan proses ekspor impor melalui NLE (National Logistic Ecosystem)," kata Putu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0