Legislator Minta BPOM Gencarkan Sosialisasi Obat Tradisional

Legislator Nilai BPOM Belum Ada Pergerakan yang Signifikan di Daerah.
Legislator Minta BPOM Gencarkan Sosialisasi Obat Tradisional
Ilustrasi. (Trubus.id)

Jakarta, Nusantaratv.com - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diminta gencar mensosialisasikan produksi Obat Modern Asli Indonesia (OMAI).

Hal tersebut dikarenakan banyaknya produsen obat tradisional rumahan yang belum memenuhi standar, khususnya dalam menangani wabah virus corona (COVID-19).

"Saya melihat Badan POM belum ada pergerakan yang signifikan di daerah, padahal bulan puasa sudah dekat," ujar Andi Ruskati, Anggota Komisi IX DPR RI, seperti dilansir dari laman dpr.go.id, Kamis (9/4/2020).  

Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi IX DPR dengan Kepala BPOM, Kemenkes, Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin, serta Dirjen Perdagangan Kemendag dan sejumlah asosiasi industri produk kesehatan lainnya yang dilakukan secara virtual, di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Baca Juga: RS Sudah Bisa Ajukan Klaim COVID-19 ke Kemenkes

Andi Ruskati mengatakan pentingnya sosialisasi kegunaan dan manfaat OMAI atau obat tradisional, mengingat dua pekan lagi umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadan.

Menurutnya, kondisi puasa akan membuat masyarakat membutuhkan sistem imunitas yang lebih tinggi dari hari-hari biasa. Dengan demikian, pengawasan obat menjadi sangat penting karena banyaknya obat rumahan yang beredar di tengah masyarakat tanpa diketahui standar kesehatannya.

"Bagaimana pengawasan terhadap maraknya produksi rumahan atas minuman untuk daya tahan dan jamu, karena 15 hari lagi akan masuk bulan Ramadan," tuturnya.

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini juga mengingatkan pentingnya ketersediaan obat dan multivitamin. "Sosialisasi dan edukasi soal COVID-19 dari pihak Kemenkes, terutama zona-zona merah penyebaran wabah ini belum memadai," tukasnya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0