Pemerintah Harus Beri Solusi Bagi Tenaga Kerja yang Terkena PHK

Penghasilan yang Menurun Akibat Wabah COVID-19 dan di-PHK Adalah Kombinasi Fatal Pemukul Daya Beli yang Jadi Persoalan Ekonomi Keluarga.
Pemerintah Harus Beri Solusi Bagi Tenaga Kerja yang Terkena PHK
Ilustrasi. (Genpi.co)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah diminta segera memberikan solusi kepada para tenaga kerja yang mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan akibat lesunya perekonomian karena dampak penyebaran wabah virus corona (COVID-19).

Menurut data, sudah ada ribuan tenaga kerja yang dirumahkan tanpa upah sehingga akan berdampak signifikan secara sosial ekonomi. Hal itu dikatakan Himmatul Aliyah, Anggota Komisi X DPR RI, di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Aliyah menegaskan sudah selayaknya dan paling tidak para karyawan tersebut diberikan golden-shake hands atau uang kompensasi sehingga mereka paling tidak dapat bertahan hidup menghadapi kondisi tidak pasti seperti ini. Jika hal ini didiamkan saja, menurut dia, bisa menimbulkan gerakan sosial di kalangan bawah yang berpotensi timbulnya gejolak politik.

"Data Disnakertrans DKI Jakarta merinci dari 9.096 perusahaan dengan 72.770 merumahkan pekerja/buruh, dan 2.008 perusahaan dengan 16.065 melakukan PHK pekerja/buruh," ujar Aliyah dalam rilisnya, seperti dilansir dari laman dpr.go.id, Kamis (9/4/2020).

"Hal ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat dan DKI untuk mendapat solusi yang cepat. Pendataan yang dilakukan oleh Disnakertrans DKI Jakarta untuk segera dilakukan dengan data yang valid dan transparan. Memastikan pelaksanaannya mencapai sasaran yang tepat," lanjutnya.

Politisi Partai Gerindra ini meminta pemerintah menerapkan program kartu pra-kerja melalui pelatihan keterampilan kerja sebagai program nasional dari Pemerintah Pusat. Terkait dengan wabah COVID-19 saat ini, maka dia mendorong pemerintah harus pro-aktif dan mencarikan solusi teknis tentang jenis pelatihan dan pendampingan sementara yang tepat.

"Terkait dengan wabah COVID-19, perlu dicari solusi teknis pelatihan dan pendampingannya. Saya meminta Disnakertrans DKI Jakarta untuk secara aktif memberikan perhatian, pendampingan dan informasi kepada masyarakat DKI Jakarta yang terkena dampak virus corona ini. Dan memastikan tepat sasaran," jelasnya.

Politisi dapil DKI Jakarta II itu, juga menyoroti dampak terjadinya wabah penyakit terhadap tenaga kerja perempuan yang memiliki tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Menurutnya, sebagai buruh yang menghidupi keluarga, seharusnya para perempuan ini dapat menjadi prioritas utama bagi pemerintah untuk segera diberikan bantuan secara materiil.

"Sekitar 70 persen pekerja perempuan di DKI Jakarta tentu terkena dan mereka bertanggung jawab atas kelangsungan rumah tangga, termasuk kesehatan anggota keluarganya, ditambah penghasilan yang menurun akibat wabah penyakit dan di-PHK adalah kombinasi fatal pemukul daya beli yang menjadi persoalan ekonomi keluarga," tukas Aliyah.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0