Harga Gula Melonjak Hingga Rp18.000 per kilogram

Kenaikan harga gula saat ini ada persoalan dari sisi impor bukan karena pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha
Harga Gula Melonjak Hingga Rp18.000 per kilogram
Gula pasir / Foto" Sinarharapan

Jakarta, Nusantaratv.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai, semestinya pemerintah sudah bisa mengukur berapa kebutuhan gula di dalam negeri.

Sebab, harga gula saat ini melonjak hingga Rp18.000 per kilogram (kg) di pasar.

Karena, gula merupakan konsumsi terukur. Komoditas ini berbeda dengan konsumsi obat-obatan di mana saat pandemi seperti sekarang terjadi lonjakan permintaan.

"Artinya pemerintah harus ada estimasi, di mana tingkat melesetnya tidak lebih tinggi. Sehingga setiap Januari harga tidak tinggi, karena ini rutin terjadi," kata Komisioner KPPU Guntur Saragih, dalam telekonferensi, Rabu (8/4/2020).

Dia mengatakan, harga gula kerap naik pada Januari karena stok berkurang. Kebutuhan gula pada bulan tersebut dipenuhi dari hasil panen pada semester II tahun sebelum.

Sedangkan importasi baru dikeluarkan pada Maret seperti tahun ini.

"Kita pahami produksi petani tebu mayoritas terjadi di semester II. Artinya, semester I tahun ini stoknya dari sisa stok semeter II 2019 dan tentunya impor dari luar. Namun SPI baru terbit di Maret 400 ribu ton lebih, tentu dari SPI baru bisa realiasi," ujarnya.

Oleh karena itu, kenaikan harga gula saat ini ada persoalan dari sisi impor bukan karena pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha.

Impor yang baru dilakukan pada Maret, baru direalisasikan sekarang.

"Dipengaruhi impor sehingga harga naik tidak serta merta karena ada pelanggaran. Karena proses pemberian SPI yang lambat," ujarnya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0