KPPU Nilai Melonjaknya Harga Gula Karena Penerbitan SPI Terlambat 

KPPU mendorong pemerintah supaya tidak hanya memberikan SPI hanya di Maret saja, karena jika tidak stok berkurang
KPPU Nilai Melonjaknya Harga Gula Karena Penerbitan SPI Terlambat 
Gula pasir / Foto: Ist

Jakarta, Nusantaratv.com - Harga gula meelonjak hingga Rp18.000 per kilogram. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai hal ini dikarenakan penerbitan Surat Persetujuan Impor (SPI) gula terlambat.

KPPU pun menyarankan supaya penerbitan SPI gula tahun depan lebih cepat sebelum bulan Marer.

Komisioner KPPU Guntur Saragih mengatakan, persoalan gula putih karena produksi dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan secara nasional Makanya, seperti halnya bawang putih, mayortas kebutuhan dipenuhi dari impor.

  1. Harga Gula Melonjak Hingga Rp18.000 per kilogram

"Kita pahami produksi petani tebu mayoritas terjadi di semester II. Artinya, semester I tahun ini stoknya dari sisa stok semeter II 2019 dan tentunya impor dari luar," ujarnya, dalam telekonferensi, Rabu (8/4/2020).

"Namun SPI baru terbit di Maret 400 ribu ton lebih, tentu dari SPI baru bisa realiasi," sambungnya.

Oleh Karena itu, KPPU mendorong pemerintah supaya tidak hanya memberikan SPI hanya di Maret saja, karena jika tidak stok berkurang.

Di samping itu, ketepatan penerbitan SPI juga penting supaya tidak membuat kerugian petani gula.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0